Di tepi pantai sebagai penjaga lautan yang dingin dan luas.
Jika kamu butuh teman untuk di dengar.
Pandanglah bintang utara itu.
Dia masih menjadi pengamat setiamu di langit.
Gelap bersama luasnya cakrawala.
Mimpi dan wataknya tidak banyak berubah.
Sejak pertama terlupakan...
Dia tetap disana mengawasimu.
Setidaknya memastikan bahwa kamu masih ada.
Menjaga lautan yang gaduh dan tenang.
Ditiup angin dan kadang di terpa badai siklon.
Tuliskan sajakmu lagi...
Lemparkan botol itu pada laut yang tenang.
Biarkan arus yang membawanya padaku.
Atau biarkan laut yang menelannya.
Jakarta, 20 januari 2026
05.58 A.M.
Gamal johanes perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar