Selasa, 27 Januari 2026

Tentang Samudra yang Belajar Menumbuhkan Karang

Jika kamu bertanya apa Love Language untukmu. Jawabannya adalah seberapa besar kamu mengetahui semua tentang diriku. Bagiku privasi itu adalah nomor satu dan aku adalah orang yang hidup seperti laut. Hanya sedikit orang yang mengetahui banyak tentangku, bahkan hanya sekedar memahami pola pikirku yang unik ini. jadi, semakin dalam orang itu mengetahui sifatku yang unik dan random, berarti itu adalah bahasa cinta yang dibalut dengan sebuah kepercayaan. Dia adalah orang yang pernah melihatku menangis, marah, sedih, senang, senyum, antusias, dan ada. Bagiku itu adalah sebuah kepercayaan besar tentang kerentanan perasaan yang benar-benar murni tanpa filter yang keluar dari diri ini. Dan jika kamu masih bertanya apakah aku mencintaimu?... Jawabanku hanyalah, "sejauh ini berapa banyak dan berapa dalam yang kamu tahu tentang diriku dan tahu semua tentang semua kelemahanku". Karena semakin banyak seseorang mengetahui kelemahanku tandanya orang itu adalah orang yang aku percaya. orang itu yang bisa membimbing dan aku percayakan untuk mengarahkanku secara penuh. Aku adalah orang kosong yang perlu dituntun hidupnya. Bagiku, membiarkanmu memahami isi kepalaku bukan sekadar berbagi cerita, tapi memberikanmu kunci untuk masuk ke labirin yang selama ini aku jaga ketat gerbangnya. Kepercayaan ini adalah bentuk penyerahan diri yang paling mutlak.

Ini adalah sebuah cinta yang sangat idealis. Aku akan mengorbankan semuanya yang aku punya dari waktu, tenaga, kehadiran, support, dan bahkan telinga di saat kamu menangis. Dan jika kamu bertanya apakah aku masih mencintaimu?... jawabannya sudah jelas bahwa sejauh ini kita saling bertukar pikiran saling membebaskan satu sama lain, saling memperhatikan satu sama lain, bahkan tidak jarang bahwa kita memiliki kontak batin yang kuat diantara kamu dan aku. Dan bahkan hal yang paling krusial di hidup aku adalah titik lemah, di mana emosi mentah dan segala kerentanan diri ini bisa terlihat jelas dihadapan matamu. Bagi orang yang mengutamakan logika sepertiku itu adalah sebuah aib yang tidak boleh sembarang orang melihat itu. Menunjukkan kelemahanku di hadapanmu adalah cara termurniku untuk berkata bahwa aku mencintaimu. Karena hanya padamu, aku berani menanggalkan logikaku dan membiarkanmu melihat sisi manusiawi yang paling rapuh. Aku hanya terlihat seperti manusia biasa dan memiliki perasaan yang benar-benar mentah, dan hanya di beberapa lingkungan orang yang mengetahui itu. Dan perwujudan emosi itu pun berlapis, Karena hati itu sangat dalam dan banyak orang yang hanya tahu soal permukaannya saja. Seperti pada tulisan ini.

Aku adalah samudra yang mulai menumbuhkan karangnya, menjaga biotanya dan memperkaya kandungannya. Jika kamu ingin menyelaminya, kamu harus bersiap dengan tekanannya. Jika kamu ingin mengarunginya, kamu harus siap badainya. Dan jika kamu ingin menikmati keindahannya kamu harus hidup dalam pikirannya yang luas. Lautan sangat membenci orang yang merusak. Jika ada yang membuang sampah di dalamnya, dia akan menerimanya kembali dengan utuh. Jika ada yang merusak karangnya, dia akan ditelan oleh biotanya. Dan jika ada yang memicu ledakan di atasnya, mereka akan terima gelombang balik sebagai pembalasan. Dan lautan akan selalu menjaga isinya dan juga takdir hidupnya. Maka, bermainlah denganku di permukaan yang tenang atau riak ombak yang kecil. Lalu masuklah ke dasar terdalam, di mana hanya ada kesunyian dan kejujuran. Jika kamu sanggup bertahan dalam tekanannya, kamu akan menemukan seluruh duniaku tersimpan utuh di sana hanya untukmu.




Jakarta, 27 Januari 2026
09.27 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar