Jumat, 10 April 2015

Kedamaian Lukisan Gelap

Hai senja...
Tutuplah siang dikala ku sakit.
Dikala masa lalu hadir kembali pada ingatanku.
Yang pahit dan menyentuh sanubari.
Aku mengerti...
Manusia pasti akan berevolusi.
Baik pikir maupun sifat.

Wahai bintang...
Hiasilah senja penuh anarki dengan kedamaian.
Aku mengerti waktu akan berjalan kedepan.
Memendam semua kenangan dan cerita.
Meski pahit...
Disini aku merasakan satu keindahan.
Yang tiada duanya...
Itulah seni kehidupan.

Bila bulan datang...
Aku selalu ingin bersamanya di angkasa.
Damai tenang bersama bintang.
Semua terlukis keindahan kala malam datang.
Meski gelap...
Aku tak takut karna ku tak sendiri.
Dibalik kelam ada karya cipta sempurna.
Aku senang bila hari gelap.
Meski tak ada cinta yang pernah temaniku.
Aku tetap senang ketika malam datang.

Aroma sejuk lintasi hidung...
Ketenangan selimuti suasana hidupku.
Secangkir teh cukup menambah tenangnya suasana.
Bila ku mendaki...
Sejuta kenikmatan bersatu di malam hari.
Satu anugerah yang tak terbayar oleh uang.
Tak ada bising, tak ada polusi.
Aku rindu suasana rimba datang...
Berdiri lagi di atas awan.
Dengan udara dingin yang membakar.
Aku rindu dengan segala ketenangan.
Yang bersahabat...
Namun liar sebut orang...
Disini...
Aku mendambakan ketenangan di tengah alam liar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar