Berdiri setelah terjatuh untuk mengabdi...
Tanpa kata lelah berjalan lewati lembah dan punggungan.
Bukan karena angkuh atau terlebih batu.
Kebanggaan ini masih tersimpan selama aku masih hidup.
Mendaki untuk lagi menolak gravitasi.
Tarian merayap pada sebuah ngarai yang menjulang tinggi.
Aku tak takut mati sebab aku hidup untuk ini.
Melompat dan terjun bebas...
Kegelapan yang sunyi dan kelam...
Menelan sinar kehidupan pada kesunyian rimba.
Takan terlihat meski dekat memandang.
Bahkan saat kau coba untuk berteriak sekeras kau bersuara.
Getaran itu lenyap...
Tenanglah, jika riuh rimba terlalu sangar untuk kau dengar.
Pulang dan kembalilah pada kota yang banyak peradaban.
Jangan coba tuk kembali.
Karena alam rimba bukan untuk tempat bermain dan mencari ketenangan.
Oleh: Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar