Senin, 20 Januari 2025

SUPERNOVA


Bintang itu terlalu lelah menyinari gelapnya semesta. Dia tidak cukup besar dimensi dan cahayanya, tapi dia tetap bersinar hingga fusinya tidak cukup menopang hidupnya. Bintang itu terhubung dengan bintang lainnya dalam konstelasi orion. Bintang itu bersinar cukup cerah di akhir masa hidupnya, yang artinya dia ada di fase Supernova. 

Supernova adalah ledakan dahsyat dari sebuah bintang yang sudah hampir mati. Ledakan serta cahayanya berjuta kali lebih kuat dari masa sebelumnya, itulah tahap akhir sebuah bintang dalam siklusnya. Ledakannya menjadi akhir dan mulainya kehidupan baru bagi alam semesta, bintang itu mati tidak dengan sia-sia. Dan bintang itu tidak akan meledak dengan habis, bintang itu bisa menjadi lubang hitam atau bintang neutron, Itu pilihannya. Seberapa besar kehancuran dan penyebabnya lah yang akan menentukan nasibnya kedepan akan menjadi apa. Kurang lebihnya itu adalah sebuah perumpamaan tentang aku. Sebuah bintang yang dalam tahap supernova di konstelasi kartika kirana.

2024 adalah tahun dimana aku mulai memasuki masa supernovaku. Semulanya cahayaku redup dan timbul sebagai pertanda awal keruntuhan internal diriku, sampai pada akhirnya akhir tahun menjadi hal terburuk untukku. Ketika energiku habis, kesabaranku habis, hingga loyalitasku habis, disitu emosi mengambil alih diriku. Semua orang membicarakanku, dari hal buruk hingga hal baik. Sebuah ego yang tak terbendung hingga akhirnya aku putuskan menarik diri dan meledakkan semua amarah yang sudah aku tahan sebelumnya selama 2 tahun. Aku putuskan untuk pergi dari organisasi yang dulunya paling aku cinta. Keputusan itu aku ambil dalam rangka sebuah rasa kekecewaan besar serta akan menjadi awal kemunduran yang buruk. Aku di hadapi 2 pilihan setelah aku memutuskan untuk pergi. Yaitu, tetap mencintai anak didikanku untuk mensupport mereka (bintang Neutron), atau menghancurkan semuanya dengan tangan sendiri (Lubang Hitam). Banyak pertimbangan yang aku pikirkan setelah kejadian akhir tahun kemarin. Aku tau dengan berjalannya waktu, semua akan membaik pada diri ini. Tapi faktanya, selama proses pemulihan, aku selalu memperkuat benteng dan selalu di hantui dengan rasa ingin menghancurkan yang kuat. Sedangkan dari sisi hati aku tidak ingin melakukannya. Dari kejadian ini, banyak orang peduli yang datang serta mengobati semua luka yang aku punya, terutama pengobatan itu datang dari anak didik sendiri. Disitulah aku berpikir kalau aku ternyata selama ini sudah menciptakan obat penawarnya. Dan aku tidak ingin menjadi musuh mereka di kemudian hari. Sejak saat itu aku memilih untuk tetap mencintai mereka sebagai didikanku.
Aku sangat berterima kasih pada mereka yang beratensi tulus padaku, aku bisa merasakan siapa saja orangnya, dan mereka yang telah membuatku tenang akan hal ini. Mampu mengobati dan menenangkanku, intuisiku selalu berkata benar pada orang yang berbuat baik dengan tulus. Aku akan selalu mengenang kalian. Terima kasih sudah mau peduli denganku.

♥️

Senin, 20 Januari 2025
08.20 A.M.
Gamal johanes Perdana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar