Sungai itu terus mengalir berkelok lambat.
Pasif tanpa muara…
Sangat menikmati prosesnya.
Terus mengarus lambat dengan harapkan samudra.
Ia sangat menangisi jeramnya.
Samudra sangat menantikannya hadir.
Jiwanya membuka sebuah sambutan lama tak kunjung jua.
Dibawah langit kamu memanjatkan doa.
Semoga hujan segera datang…
Sepanjang jalanmu.
Kamu lelah melewati segala bentuk reaksi.
Kamu terlalu jenuh dengan ini.
Kamu perlu keluar segera untuk evaporasi.
“Kamu akan segera menemuinya.”
Janji bumi…
11 Januari 2025
20.31
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar