Aku iri dengan mereka...
Aku iri dengan kekompakannya...
Cara mereka berpasangan dan saling mengisi waktu.
Cara mereka saling menemani satu sama lain.
Indah melihat mereka bahagia...
Aku iri...
Entah mengapa aku tak bisa seperti itu dengan kamu.
Aku sedih...
Cinta bagaikan bui.
Aku benci hal yang membatasi cinta ini.
Aku iri melihat cara mereka berpasangan...
Bahagia berlari dan bermain lepas.
Bebas seperti merpati.
Aku ingin seperti mereka...
Tapi tak pernah bisa...
Kamu masih terlalu kecil otaknya.
Lalu kapan lagi aku harus menunggu?..
Mau sampai kapan kita seperti ini...
Tak pernah berkreasi, selalu saja takut dan ragu...
Jangankan kreasi, kenal keluargaku aja tidak...
Jujur, aku tak akan lagi mengharapkanmu...
Biar, hati ini terlalu sakit untuk menunggu...
Aku masih kuat menunggu.
Tapi aku menunggu kau meminta...
Aku tak ingin memohon lagi untuk kau temui orangtua ku...
Biar kau dewasa dengan sendirinya...
Aku tutup pintu permohonan itu sebab aku tak ingin menjadi lelah.
Aku telah menunggu dengan sabar...
Sekarang...
Jika kau tak terima ku seperti ini.
Lupakan sajalah aku...
Anggaplah aku bukan siapa siapa...
Lagi pula aku bukan orang yang kamu inginkan...
Aku cacat di matamu...
Biarlah, bila di perhatikan kau selalu mengelak...
Lebih baik taperduli sekalian...
Aku tak ingin lagi turuti katamu, sebab kamu egois...
Jakarta,16 Agustus 2016
01:00 A.m.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar