Setidaknya untuk beberapa saat...
Aku membius perasaan yang lama tumbuh tanpa terawat.
Bahkan segaja tak ku rawat...
Dengan secercah harapan akan mati.
Tapi aku tak bisa bilang berhasil.
Beberapa tahun terlewati...
Hingga kata terakhir yang kau kirim.
Masih ku ingat jelas...
Terombang ambing perasaan seperti hal yang ku benci.
Tak jua temukan kebencian.
Entah lah...
Hidup itu perjalanan yang aneh.
Bahkan sampai detik ini, aku tak mengerti...
Apa maksud tuhan membiarkan perasaan seperti ini.
Masih ku tunggu jawabannya.
Jakarta, 11 Agustus2020
03:07 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar