Jumat, 21 Agustus 2020

Kamu Harus Bersyukur

Hai cinta, harusnya kamu lebih bersyukur soal itu. Kamu harus ingat kala itu kamu menangis di pundak ku soal orang tuaku yang tidak ada waktu untuk bertemu orang tuamu. Aku telah bersumpah malam itu, segala kebutuhan ini akan keluarkan jika orangtuaku mengizinkan kelanjutan kita. Kamu, harusnya, bersyukur. Karna sejauh ini kita tenang sebab mereka sudah saling bertemu. Aku hanya ingin kita bisa berkerja sama untuk ini, aku yang berkerja, kamu yang menyesuaikan kesanggupanku. Memang, aku tau menuju titik itu berat dan pusing. Pernikahan bukan hal menyenangkan. Esok, kita bakal bertemu hal yang lebih berat dari hari sebelum pesta. Cobalah untuk bersikap sabar dan bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang ini.
Setidaknya perjalanan kita bisa lancar karna izin. Bila kau tak inginkan hal yang memberatkan seperti ini, tinggalkan aku. Aku takkan mampu membuatmu bahagia terus menerus. Aku tak lelah menghadapimu, tapi aku hanya takut kamu yang lelah dengan hidupku yang sulit. Bahkan terlampau sulit jika kamu tau segalanya tentang aku. Aku memang tertutup soal derita. Aku tak mau kamu ikut menderita.

Aku hanya ingin hidup damai. Tinggalkan aku bila mana aku jauh dari kriteriamu. Aku hanya akan membawamu pada hal penderitaan. Tapi jika kamu mau temani aku, aku akan membuatmu tak merasakan apapun soal permasalahan hidupku. Tapi jika kamu ingin tahu, aku tak keberatan asalkan kamu kuat mendengarnya, dan aku tak ingin kamu memikul itu. Cukup aku saja. Aku sudah biasa...

Jika kamu pergi, aku takkan mencari lagi, cukup kamu yang terakhir buat aku. Aku hanya akan kembali pada jalan petualangan aku yang dulu. Mungkin memang semesta menciptakan aku untuk berkelana. Aku tak ingin kamu menyesal di kemudian hari. Pikir pikir lagi jika kamu ingin hidup bersamaku. Aku takkan bisa membuat hidupmu bahagia.


Jakarta, 21 Agustus 2020
04:31A.M.
Gamal johanes perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar