Rabu, 07 September 2016

Sumbing Yang Mengakhiri

Malam yang dingin...
Aku belum bisa tertidur disini.
Sumbing baru saja selesai bercerita.
Tentang aku yang dulu...
Tentang aku dua tahun lalu.
Mencintai seseorang di 3371 Mdpl.
Ketika indah dan sakit bersatu padu.
Yang saat itu...
Pena menari membentuk bait kata.
Aksara indah di atas aldaka.
Tak akan ada yang bisa merasakan...
Kala itu hanya akulah.
Yang terhempas  dan tergelincir.
Sakit...

Aku bisa gambarkan hal yang pahit.
Tapi kuyakin tak ada yang samggup.
Sungguh...
Aku seperti bermimpi  dua tahun lamanya...
Dan aku sadar kalau semuanya semu.
Ketika aksara tak mampu...
Rekam suara tak ampuh...
Di terugkap pun menambah parah...
Elaplorasi tal bisa...
Dan terakhir sumbing...
Ku susuri jalanku,..
Dan ku buka memo.
Ku bersujud di puncaknya...
Aku menangis kesakitan...
Aku takkan ingin kenal dirinya lagi...
Mencintainya bagaikan abu...
Bahkan seperti laut.
Ketika sumbing menyembuhkan...
Ketika itu aku meminta.
Jangan lagi aku terpkat hatinya...
Cukup dua tahun...
Itupun sudah terlalu lama buatku...

Garung, 05 September 2016
23:06 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar