Selasa, 13 September 2016

Pesan Angin Lembah

Udara sejuk penuh membawa makna.
Meniup aku yang terduduk santai...
Ku lipat tembakau, lalu ku bakar.
Ditemani secangkir kopi hangat...
Dan lagu yang merdu di telinga.
Itulah aku...
Yang membaur pada alam...
Pula saudara dan kawan.

Bisingnya canda tawa mereka.
Mengganggu aku yang termenung...
Memikirkan satu memo kala itu.
Tapi apa yang aku pikirkan tak seindah itu...
Semua harapan dan impian yang sirna ditelan waktu...
Dan kini aku kenang, bukan berarti aku menyimpan...
Aku hanya ingin melupakan perlahan.

Angin lembah bertiup membawa air.
Membawa kabut, dan membutakan mata...
Aku tapeduli...
Seberapa sempurnanya kamu dimata ini...
Cinta itu bukan hal yang buta...
Ia punya mata dan telinga sama seperti kita.
Selalu ada ruang pemisah yang jelas tak bisa kita lewati.
Lagi pula...
Semua ini sudah selesai.
Dan luka...
Biar alam yang menghapusnya.
Secara perlahan namun pasti...

Gunung bunder, 11 September 2016
04:46 P.M.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar