Hai sumbing...
Malam yang cerah...
Sepoi angin bertiup dari timur laut.
Membawa suhu rendah hampir di titik nol.
Dan aku disini,,,
Masih mendengarkanmu bercerita.
Tentang memo yang terlupakan...
Sangat indah kisah itu...
Aku benci mengingatnya.
Dua tahun yang lalu...
Kisah cintaku diwarnai oleh savana kering.
Cinta ini bisa ku bilang cinta terselubung.
Sebab aku hanya bisa memandangnya.
Dan batu yang ku pijaki...
Tetaplah batu yang menjadi saksi bisu.
Dan saat ini...
Engkau terlalu sulit untuk ku naiki.
Hampir setiap jam kabut dan air menutupi langkah.
Kau berubah sumbing...
Namun memo itu masih rapih tersimpan.
Aku ingat,..
Pasar watu adalah satu tempat...
Dimana aku memandanginya dengan cinta.
Watu kotak pula tanah putih...
Kesejukan memukau dan kehangatan yang membakar...
Meski sulit ku terjemah.
Tapi sumbing adalah tempat terindah menurutku.
Bersama memo...
Biar ku ingat kembali.
Sebagai bukti kalau aku bisa terima kenyataan...
Seduplak Roto, 04 September 2016
09:28 P.M.
Gamal johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar