Aku datang dengan hangat...
Berkendara dua, melintasi kota.
Kota nan asri pula damai...
Itulah malioboro...
Meski langkah kaki terlalu rentan.
Aku tetap ingin mengenal kau...
Kota nan santun.
Tak ada bising, tak ada anarki.
Benar yang orang katakan...
Malioboro terlalu indah untuk di tapaki.
Sebagai titik ujung perjalanan...
Malioboro berikan hal terindah atas perjalananku.
Kedatanganku disambut hangat oleh lantunan musikmu.
Untuk malioboro....
Terimakasih atas ceritamu nan anggun.
Aku rindu akan suasanamu.
Nanti aku kan kembali lagi...
Malioboro, 07 September 2016
12:35 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar