Jumat, 27 Januari 2017

Gamal Johanes Perdana Eman


Tepat 20 tahun yang lalu, aku lahir di rumah sakit Putra Kinasih, pukul 06:45 Pagi, Tanggerang Selatan. Dimana pagi itu, aku hidup berkat perjuangan ibuku. Dan aku telah menjadi bagian dari keluarga besar keluarga Eman yang selalu di junjung tinggi kehormatannya. Aku tanpa nama kala itu, dan banyak dari mereka yang ingin berpartisipasi menamaiku. Aku adalah anak yang sangat di banggakan di keluarga Eman, sebab aku adalah anak pertama yang nantinya akan menjadi penerus marga.

Kala itu, aku diberi nama gamal oleh oma, dimana nama itu di ambil dari tokoh mesir yang bernama gamal abdul nasser. Lalu Johanes, banyak dari keluarga aku tidak setuju akan penyematan nama itu pada diriku. Dengan alasan kalau nama itu mirip dengan nama surat di injil, tapi karena kedua orang tuaku adalah orang yang toleransi beragama, akhirnya nama itupun di sematkan pada diriku. Nama itu diambil dari Dirck Johanes Eman, beliau adalah kakek ayahku. Kemudian Perdana, Nama ini adalah pemberian dari ibuku, Pipalupi rahayu. Ia memberikan nama ini dengan tujuan memberikan amanat besar bahwa aku adalah pemimpin dari keluarga besarku. Perdana artinya ialah pertama. Dan hingga kini, namaku adalah Gamal Johanes Perdana Eman.

Hai, aku adalah gamal yang di kenal orang sebagai sosok yang humoris, memiliki semangat nasionalis yang tinggi dan berusaha menjadi manusia yang baik. Aku tak pernah memiliki nama samaran, bahkan orang segan untuk memberiku nama samaran. Sebab selama 20 tahun aku selalu bersifat kaku terhadap semua orang, Banyak dari mereka yang ingin tau siapa aku sebenarnya, sebab setiap kali aku bercerita jarang ada yang percaya akan kata kata ku. Aku adalah manusia, jadi meski aku humoris melankolis, bukan berarti aku anak yang baik, dan bukan berarti aku adalah anak yang buruk dan kriminal. Setiap orang punya rasa penilaian tersendiri tentangku, banyak orang berkata tapi aku tak perduli.

Aku besar dalam lingkungan yang keras, namun aku tetap menjaga etika baik aku sebagai manusia beradab. Aku adalah orang sosialis yang bisa mengkondisikan letak dan keberadaan diriku di satu lingkungan, sifat dan rasa sosial aku dapatkan dari SMA, dimana aku belajar bersosialisasi dengan baik dan benar, mendapatkan teman di segala penjuru. Namun tuhan menciptakan aku sebagai orang yang memiliki ingatan pendek, sebanyak apapun teman yang aku punya, aku akan lupa namanya. Tak ada gading yang tak retak...

Dan hingga usiaku 20 tahun, aku sadar kalau usiaku bertambah dewasa. Pikiran yang cemerlang, dan gagasan gagasan baru muncul. Berpikir apa yang telah aku perbuat dan yang akan aku perbuat. Ya tuhanku, Segala doa mereka panjatkan untukku, mereka khususkan untukku di hari ulang tahunku, orangtua, sahabat, kirana, saudara, kekasih, mereka ingat dan mengucapkan kalimat baik untuk ku di masa yang akan mendatang. Perkenankanlah doa mereka, segala ucapan baiknya di hari yang sepesial kemarin. Dan tuhan, aku sangat mencintai kehidupan ini, panjangkanlah umurku, lapangkanlah pikiranku, limpahkanlah rejeki ku, sebanyak dan sebaik ucapan doa mereka yang ku dengar di hari itu. Aku sadar kalau setiap manusia pasti akan mengalami kematian.

Mereka telah mengajarkan banyak pada diri ini, ucapan terima kasih terbesar ku tujukan pada kedua orangtua ku yang telah membina dan mengasu ku dengan segala jerih payahnya. Tepat pada jam aku di lahirkan ke dunia, mereka adalah orang yang pertama mengucapkan kata selamat kepadaku. Dan sebelum ku akhiri tulisan ini, tuhan, panjangkanlah unur kedua orangtua ku, sehatkanlah badannya, agar aku bisa membalas sedikit kebaikan yang telah mereka tanamkan kepadaku ini. Cintanya untukku sepanjang jalan... salam...

Jakarta, 26 Januari 2017
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar