Tepat
20 tahun yang lalu, aku lahir di rumah sakit Putra Kinasih, pukul
06:45 Pagi, Tanggerang Selatan. Dimana pagi itu, aku hidup berkat
perjuangan ibuku. Dan aku telah menjadi bagian dari keluarga besar
keluarga Eman yang selalu di junjung tinggi kehormatannya. Aku tanpa
nama kala itu, dan banyak dari mereka yang ingin berpartisipasi
menamaiku. Aku adalah anak yang sangat di banggakan di keluarga Eman,
sebab aku adalah anak pertama yang nantinya akan menjadi penerus
marga.
Kala
itu, aku diberi nama gamal oleh oma, dimana nama itu di ambil dari
tokoh mesir yang bernama gamal abdul nasser. Lalu Johanes, banyak
dari keluarga aku tidak setuju akan penyematan nama itu pada diriku.
Dengan alasan kalau nama itu mirip dengan nama surat di injil, tapi
karena kedua orang tuaku adalah orang yang toleransi beragama,
akhirnya nama itupun di sematkan pada diriku. Nama itu diambil dari
Dirck Johanes Eman, beliau adalah kakek ayahku. Kemudian Perdana,
Nama ini adalah pemberian dari ibuku, Pipalupi rahayu. Ia memberikan
nama ini dengan tujuan memberikan amanat besar bahwa aku adalah
pemimpin dari keluarga besarku. Perdana artinya ialah pertama. Dan
hingga kini, namaku adalah Gamal Johanes Perdana Eman.
Hai,
aku adalah gamal yang di kenal orang sebagai sosok yang humoris,
memiliki semangat nasionalis yang tinggi dan berusaha menjadi manusia
yang baik. Aku tak pernah memiliki nama samaran, bahkan orang segan
untuk memberiku nama samaran. Sebab selama 20 tahun aku selalu
bersifat kaku terhadap semua orang, Banyak dari mereka yang ingin tau
siapa aku sebenarnya, sebab setiap kali aku bercerita jarang ada yang
percaya akan kata kata ku. Aku adalah manusia, jadi meski aku humoris
melankolis, bukan berarti aku anak yang baik, dan bukan berarti aku
adalah anak yang buruk dan kriminal. Setiap orang punya rasa
penilaian tersendiri tentangku, banyak orang berkata tapi aku tak
perduli.
Aku
besar dalam lingkungan yang keras, namun aku tetap menjaga etika baik
aku sebagai manusia beradab. Aku adalah orang sosialis yang bisa
mengkondisikan letak dan keberadaan diriku di satu lingkungan, sifat
dan rasa sosial aku dapatkan dari SMA, dimana aku belajar
bersosialisasi dengan baik dan benar, mendapatkan teman di segala
penjuru. Namun tuhan menciptakan aku sebagai orang yang memiliki
ingatan pendek, sebanyak apapun teman yang aku punya, aku akan lupa
namanya. Tak ada gading yang tak retak...
Dan
hingga usiaku 20 tahun, aku sadar kalau usiaku bertambah dewasa.
Pikiran yang cemerlang, dan gagasan gagasan baru muncul. Berpikir apa
yang telah aku perbuat dan yang akan aku perbuat. Ya tuhanku, Segala
doa mereka panjatkan untukku, mereka khususkan untukku di hari ulang
tahunku, orangtua, sahabat, kirana, saudara, kekasih, mereka ingat
dan mengucapkan kalimat baik untuk ku di masa yang akan mendatang.
Perkenankanlah doa mereka, segala ucapan baiknya di hari yang
sepesial kemarin. Dan tuhan, aku sangat mencintai kehidupan ini,
panjangkanlah umurku, lapangkanlah pikiranku, limpahkanlah rejeki ku,
sebanyak dan sebaik ucapan doa mereka yang ku dengar di hari itu. Aku
sadar kalau setiap manusia pasti akan mengalami kematian.
Mereka
telah mengajarkan banyak pada diri ini, ucapan terima kasih terbesar
ku tujukan pada kedua orangtua ku yang telah membina dan mengasu ku
dengan segala jerih payahnya. Tepat pada jam aku di lahirkan ke
dunia, mereka adalah orang yang pertama mengucapkan kata selamat
kepadaku. Dan sebelum ku akhiri tulisan ini, tuhan, panjangkanlah
unur kedua orangtua ku, sehatkanlah badannya, agar aku bisa membalas
sedikit kebaikan yang telah mereka tanamkan kepadaku ini. Cintanya
untukku sepanjang jalan... salam...
Jakarta,
26 Januari 2017
Gamal
Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar