Dari lereng bukit yang curam...
Terdapat air yang mengalir beriak dan merusak.
Menurutku mereka adalah kata...
Dimana setiap patahnya bermakna dalam.
Kala mentari yang berbisik halus dengan gugur daun.
Di musim penghujan, januari...
Musim teduh dengan deru air yang membasahi tanah.
Dari tuhan untuk kita semua...
Yang lahir dari kabut yang pekat.
Tersimpan memori dikala air yang membasahi tubuh ini.
Dimana kala itu senyum mu tak lagi ku cerna.
Tanpa makna...
Sebuah rajutan seni yang telah menjadi sejarah.
Dimana kini semua tak mungkin terulang...
Sebab masa yang berbeda...
Bila ku ingat lelahku...
Bersembunyi dalam derita yang kau buat...
Yang kala itu...
Cintamu sempat beku dan hilang dari hatiku.
Dalam pelarianmu...
Untuk sebelumnya, kamu harus tau ini.
Cinta telah memaafkanmu dan menerimamu kembali.
Dan berharap kau jera akan apa yang terjadi.
Akulah orang yang kau cari...
Jakarta, 14 Januari 2017
01:19 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar