Rabu, 11 Januari 2017

Merajut asa dan cerita

Jalan ini terlalu berliku...
Penuh perjuangan untuk kita lewati.
Penuh darah dan luka yang telah membekas.
Tapi aku bangga akan semua yang telah lalu.
Sayangmu adalah pelita yang baik untuk ku tapaki...
Doa yang telah terucap...
Bahkan perjuangan yang telah menjadi sejarah.
Dirimu tetap jadi apa yang bermakna.

Mimpimu indah kala dijabarkan...
Lalu kita rajut perlahan tanpa rasa beban.
Kita buat kata seindah permata...
Kita buat masa sedemikian rupa...
Tuhan telah takdirkan semua yang ada.
Sebab cinta...
Engkau hidup bahagia denganku...
Hargailah rasa.
Lalu berlarilah mengejar asa.
Aku dan dirimu...
Bersama mimpi yang kita bentuk bersama.
Dan ku yakin...
Tuhan mendengar doa kita.


Jakarta, 11 Januari 2017
01:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar