Nada yang tercipta di setiap petikan...
Melunturkan hati yang kaku.
Dimana malam tadi...
Aku hadir diantara mereka.
Bermain gitar dan bercerita bersama.
Meski ada sedikit rasa canggung yang menghantui.
Aku coba untuk bersikap biasa.
Sebab aku merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi.
Maafkan aku...
Perasaan memang tak bisa di hilangkan...
Tapi setidaknya aku berhasil mengurangi.
Sebuah rahasia umum...
Diantara mereka yang bersanda gurau.
Aku membaur dengan sejuta perasaan yang tersimpan.
Kendalikan suasana, kendalikan tingkah...
Bukan aku acuh...
Tapi aku hanya tidak ingin mengganggu.
Hingga malam larut...
Aku hanya ingin titip salam seribu maaf...
Dari tulisan ini.
Untukmu...
Atas kebodohanku kala itu...
Jakarta, 15 Januari 2017
03:21 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar