Sabtu, 01 Oktober 2016

Malam Di Sukamantri

Bagiku,,,
Alam itu adalah pusat ketenangan.
Kedamaian yang memukau...
Kedamaian yang keras.
Dingin dengan sebatang rokok...
Ku pasang musik, dan kuputar masalalu...
Cintaku di sukamantri...
Salak.

Hai salak...
Aku mencintainya.
Disini aku masih memupuk rasa itu.
Meski sumbing telah membunuh...
Sedikit masih saja ada di hati.
Sebab aku terpukau oleh jati dirinya.
Duduk diantara rimba...
Dan memetik lantunan nada.
Ya, dia masih ada di hati...
Aku tak perduli dia acuh...
Perasaan ini hanya aku yang rasa.

Hai alam...
Disini, aku ceritakan lagi...
Dimana tawanya meluluhkan perasaan.
Matanya yang menolek.
Seperti astra orion...
Kala dia bersenandu dengan lirih.
Suasana hangat seketika...
Damai tanpa lara..
Oh cinta...
Haruskah perasaan ini menoreh luka lagi.
Sebab hanya mimpi namanya di hati...
Sampai kapan aku terus jadi pemujanya.
Yang rahasia sifatnya.

Hai bintang...
Tenanglah sinari malam...
Sunyilah dalam kegelapan...
Seperti rasa...
Seperti kata yang terlintas.
Ketika kala itu lantunan musik dimainkan.
Dan kala itu merdu suaranya...
Temaniku yang asik memetik senar.
Dan bersama katakan...
"Dan bilang, aku sayang padamu."
Akankah itu terlupakan?
Akankah itu sirna?
Meski ku coba, tetap saja jadi luka.
Ya itulah...
Salak, simpan memori itu baik baik.

Sukamantri, 30 September 2016
23:18 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar