Minggu, 23 Oktober 2016

Aku Terlalu Sayang

Malam kelam tanpa bintang...
Hampa meninggalkan angan dan harapan.
Dengan sisa tenaga...
Aku bertetiak lantang tanpa suara.
Hai malam...
Kau telan semua jerih payah selama ini.

Malam sepi tanpa derik...
Terasa menyiksa ketika ada di dalam impian.
Dan untuk semua...
Yang tersisa hanyalah luka membusuk.
Hai duka...
Begitulah aku yang tertelan oleh harapan.

Meski telah lantang aku berlari...
Tak ku rasa lelah di hati.
Dan jiwa ini sungguh hampir sangat tidak sanggup.
Tapi apa?...
Semua masih ku paksakan untuk bertahan pada pendirian.
Meski telah ku ketahui semua jawaban.
Hingga ku kehilangan satu teman...
Dan itu semua...

Jika semua terulang dari awal sayang...
Aku akan pergi untuk tidak mengenalmu.
Tidak terpikat oleh tolekan mata itu...
Tapi sulit rasanya jika aku menjauhimu.
Sedangkan kita memiliki hobi di satu bendera...
Aku yakin...
Tuhan sudah merencanakan semua ini.
Dan semua ku serahkan padanya.

Jakarta, 23  Oktober 2016
02:18 A.M.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar