Hay cinta...
Aku siap hadir dikala dia menangis pilu.
Bahkan aku siap dibuang ketika dia bahagia.
Aku siap hadir dimana dia sedang sulit.
Bahkan aku siap di singkirkan ketika dia senang.
Aku siap mengisi kala dirinya jenuh cinta.
Meski kutahu pada akhirnya aku dibuang ketika ia sibuk.
Aku adalah cinta...
Yang rela menunggu dirinya datang tanpa suara.
Aku adalah kasih sayang yang belum ia temukan.
Dan aku adalah rasa yang belum iya dapati.
Aku adalah senandu nada...
Bahkan lebih indah dari mimpi yang ada, sebab...
Aku mencintainya tanpa suara...
Tanpa kata apalagi ungkapan.
Bagaikan camar...
Aku hidup diantara udara, darat, dan laut.
Meski tiap malam selalu ku termenung.
Tapi... belum prenah ku temukan kesurutan...
Meski cintanya akan menjadi pasang surut.
Tetap saja dirinya ada di mimpiku...
Dan cinta...
Mimpi ini terlalu panjang untuk ku jalani...
Meski di akhir jalan nanti kan ku temukan petaka.
Aku ingin sekali ada di hatinya walau sesaat.
Meski jalan yang ku tapaki terlalu panjang...
Aku mohon padamu tuhan...
Temukan akhir dari perjalanan cinta ini.
Sifatnya terlalu sempurna untukku miliki...
Jakarta, 28 Oktober 2016
02:15 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar