Jumat, 28 Oktober 2016

Untukmu Indonesiaku

Malam sabtu yang tenang...
Aku terduduk santai di teras rumah yang lusuh.
Dan di tanah yang basah berkas hujan tadi sore.
Di jakata...
Kutulis lagi kata tentang hari yang damai ini.
Di depan layar... Aku bercerita.....

Hujan rintik mengguyur jakarta disore hari...
Tak ada senja kulihat hari ini.
Udara yang sejuk menyelimuti jakarta yang kumuh.
Meski demikian, kotaku adalah kota yang kaya.
Pembangunan dimana-mana, sebab penduduknya yang rimbun.
Makmur meski mereka tingggal di tepi sungai.
Meski mereka ber-profesi sebagai pengemis, mereka adalah orang kaya.
Tapi itulah mereka, kaum yang mementingkan kehidupannya sendiri.
Egois bukan...
Mereka menghalalkan berbagai cara untuk memperkaya diri.
Realitanya memang seperti itu...
Dan aku membencinya...

Meski aku hanyalah seorang pelajar muda...
Tujuanku belajar bukanlah untuk menodai negara ini.
Apalagi merusak...
Aku punya cita-cita yang tinggi menurutku pribadi.
Dan ketika aku bercerita dengan bangga kepada mereka...
Mereka hanya menjawab:
"Hidup lu bakalan susah nanti disana..."
Dan terlebih lagi:
"Ngapain, buang buang waktu aja..."
Itulah komentar mereka...
Yang mencari gelar tinggi, hanya untuk memperkaya diri.

Aku Cinta Indonesia...
Tak perlu ku umbar hal ini, sebab aku memang ingin negara ini maju.
Aku ingin menjelajah dan melihat kehidupan pelosok negara ini...
Tapi, apakah aku bisa terpilih menjadi pengajar muda di kemudian hari?
Sedangkan, aku tidak bisa mendalami ilmu pendidikan itu sendiri.
Uang memang segalanya...
Tapi, apakah uang juga yang memisahkan cita-citaku untuk mengabdi?
Ohh tuhan, aku sangat mencintai negri ini...
Negri yang kapitais dengan kedok demokratis.
Sedangkan aku, masih mencari sela agar ketika sarjana nanti...
Aku bisa mengajar di perbatasan NKRI.
Hanya itu impianku...

Negara ini hanya maju di sektor kota.
Apalagi Jakarta...
Kota yang metro politan, Milik kaum Kapitalis...
Aku hanya ingin keluar dari kota ini...
Dan hidup di perbatasan negri...
Yang katanya, kehidupan disana jauh lebih keras.
Aku tak perduli...
Meski sulit, aku yakin tuhan memberikan kenikmatan tersendiri.
Bagi mereka yang tulus menolong sesama...

Bukan masalah apa yang aku cari...
Tapi, apa yang telah aku berikan untuk negara ini.
Ya tuhan, iringilah jalanku dengan limpahan rahmatmu.
Kuatkanlah batinku...
Kabulkanlah Permintaanku...
Amin...

Jakarta, 28 Oktober 2016
11:50 P.M.

Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar