Mungkin hanya sejuta aksara...
Dimana ketika air mata mewakili segalanya.
Dimana ketika Perasaan yang dalam tercipta.
Hanya untukmu seorang...
Tanpa kau menyadari akan sedemikian rupanya kata ini kubentuk.
Tanpa kau mengerti arti bait demi bait yang terukir.
Pada layar yang penuh bintikan cahaya nan indah menolek.
Apakah mungkin kau menyadarinya disana.
Apakah mungkin kau tau akan semua baris yang tercipta.
Dariku, dan memang hanya untukmu...
Mungkin hanya sejuta aksara...
Yang mewakili seberapa dalamnya aku pernah jatuh cinta.
Yang mampu menciptakan kata seindah senja.
Dan mungkin hanya karna dirimu disana...
Aku hadir dengan sejuta sastra yang tak terungkap.
Dan tak tertulis siapa yang aku maksud dari tulisan ini.
Dia adalah pujaan hati...
Yang sempat ku kenal akan kesempurnaannya.
Hai cinta, antar mimpiku padanya selama ini.
Sebab, dia hanya tau kalau aku mencintainya.
Mungkin hanya sejuta aksara...
Dan memang tercipta ketika aku ingat akan keanggunanmu.
Ketika perlahan kau berjalan meninggalkanku pada detik itu.
Hujan pun datang dan menghapus langkahnya...
Hingga kini, aku hanya ingat akan pandangannya kala itu.
Sebelum akhirnya aku menyesal...
Sebab semuanya telah terlambat.
Senin, 28 November 2016
04:10 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar