Lama kaki tak melangkah...
Ketika mata melihat gedung tinggi nan menjulang.
Menara pencakar langit...
Aku seperti di kurung dan di kepung berada disini.
Melintas ditengah kota...
Seperti berjalan mencari jejak di tengah labirin.
Oh jakarta...
Kini aku berada di titik jenuh...
Selasa kemarin.
Aku terduduk di tangga koridor...
Di gedung sekolah lantai empat.
Siang dengan cuaca berawan, terlihat salak dari kejauhan.
Begitu juga pegunungan halimun yang terlihat asri.
Hal itu membuat hati rindu akan perjalanan.
Rindu akan jauh dari peradaban...
Melintasi semak belukar, rawa, punggungan dan lembah.
Memanjat tebing yang vertikal hingga horizontal.
Disini, aku seperti kehilangan jati diri...
Aku rindu akan merangkum perjalanan kelanaku.
Menulis ditengah hutan ketika dini hari menjelang...
Merekam semua kata tentang sejuta perasaan.
Aku rindu akan kobaran api dan denting suara gitar.
Di tengah mala ketika kabut menyelimuti kelam.
Ketika harum pinus semerbak tercium...
Deras aliran sungai yang dangkal menjelma kedalam pikiran.
Ketika itu barisan bait aksara kuciptakan...
Bersama rasa, asa, cinta, kenangan, dan harapan.
Dimana secangkir kopi yang ku telan...
Adalah saatnya aku untuk lupakan bayangannya dari pikiran.
Sebab aku sanggat mencintainya...
Pooh...
Jakarta, 16 November 2016
00:44 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar