Minggu, 13 November 2016

Mencari Jalan Keluar

Lantunan nada kuciptakan malam ini...
Merdu dengan suara lirih sedikit sumbang.
Ketika dia hadir lagi dalam mimpiku,...
Dan saat cinta mengetuk pintu hatiku.
Saat itulah bayangmu hadir dan menghantui.
Bahkan disetiap kaki melangkah, bahkan mendaki.
Menembus rimba...
Berlari...
Bersembunyi...
Berlari...
Dan jatuh...
Bahkan ketika aku melupakan jejaknya.
Bagaikan virus, menyebar dan tak ada obatnya.
Oh tuhan, aku benci mengakui kalau aku mencintainya.

Malam begitu cepat melarutkan asa.
Hingga dini hari menelan semua amarah yang ada.
Semakin aku menghindar...
Tubuh dan jiwa ini semakin terikat kuat akan dirinya.
Dan cinta tetaplah cinta yang hadir hanya dimimpi.
Semakin ku memujanya, semakin tak ada celah lari.

Ketika mata remang akan lelapnya raga.
Ketika hati ini sudah tak lagi sanggup menutup semua perasaan.
Dan disaat aku berkata seadanya...
Disaat itu kau boleh membenciku dengan keras...
Sebab itulah cara terakhir agar aku bisa melupakanmu.
Jikalau memang tiada harapan...
Tolong kau tunjukkan jalan keluar dari hatimu.

Jakarta, 13 November 2016
02:10
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar