Senin, 28 November 2016

Sedikit Tentang Cintaku

Detik memukul lonceng...
Sumbu menyundut mesiu...
Api membakar minyak...
Dan maaf tetaplah maaf.
Setelah rasa ini terpendam hingga ke inti hati...
Tak kuat ku menahan tangis.
Jari bergetar sebab jiwa terguncang.
Air mata jatuh sebab tak kuat menahan.
Rasa ini seperti mesiu yang tersundut sumbu panas.
Meledak dan memporak-porandakan jiwa.
Melunturkan air mata, dan...
Tuhan, aku tak kuat menahan segalanya sendiri...

Kata maaf hanya terlontar ketika semua memburuk.
Dan aku, tetaplah aku yang terburuk bagimu.
Dan kini, perasaan ini sungguh terbongkar hingga inti.
Meski hanya tersurat teks...
Rasa ini masih kecil terungkap sebab cintaku...
Bukan sekedar teks kilat...

Senin, 28 November 2016
11:26 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar