Jumat, 04 November 2016

Gejolak Teroris

Jumat dini hari di Jakarta...
Ketika para demonstran menghujani kota jakarta.
Dan kali ini, memang situasinya sedikit mencekam...
Mereka yang sedikit panatik dengan agama.
Datang dengan niat membela, katanya...
Dengan kata lain Jihad, mereka adalah orang bodoh...

Jumat dini hari di Jakarta...
Aktifitas jakarta 50 % lumpuh dikarenakan itu.
Sebab ada rumor berkata para demonstran adalah jaringan isis.
Dan aku percaya adanya, sebab...
Islam adalah agama yang damai dan memaafkan.
Jangan hanya dengan ucapan yang tidak disengaji.
Mereka datang dan menteror negri sendiri...
Hey kawan, indoneia itu multikultural...
Saling menghormati dan memaafkan itu sudah cukup damai.
Tak perlu dengan kekerasan, dan diskriminasi...
Apa lagi dengan nuklir, untuk apa kalian hidup di dunia...
Kalau hanya meneror kita sesama manusia.
Kita adalah makhluk sosial...

Jumat dini hari di Jakarta...
Polisi, TNI, BRIMOB, bahkan Densus 88 siap berjaga di jakarta.
Hey, Kota ini mulai dihantui kedatangan ISIS...
Baru saja kemarin tragedi sarinah...
Apa tujuan mereka semua, mereka bisa mati konyol sebab agama.
Aku tak perduli mereka...
Aku hanya memikirkan bagaimana negara ini.
Biarlah mereka tetap menjadi sampah yang perlahan di injak...
Lalu mati sebab ulah sendiri.

Jumat dini hari di Jakarta...
Aku terdiam dan berpikir tentang ramalan yang pernah aku baca.
Bagai mana tidak, teroris  di dunia ini semakin mencekam.
Dan ironinya lagi, Perang dunia 3 kemungkinan disebabkan teroris, katanya...
Entah kapan dunia ini akan damai...
Serdadu seperti boneka yang malang...
Tank seperti mainan yang rusak...
Dan Nuklir seperti asap yang menjamur...
Mereka meledakkan itu seperti tanpa dosa, tanpa masalah.
Meskipun hanya uji coba...
Yang melihatnya akan merasa tersaingi bukan...
Ketika mereka keras, tak perlu dilawan dengan keras.
Akankah ada orang yang menggantikan Mikhail Gorbachev.

Jakarta, 04 November 2016
01:03 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar