Langkah tenang...
Dimana bulan terang menolek.
Ketika satu idealisme merasuk dalam tulang.
Legar suara berteriak bebas...
Membarakan semangat dan tekat.
Aku berlari melewati halang rintang.
Lelah, Lunglai, tak lagi kurasa...
Semua terangkum dalam aksara.
Kilau cahaya terpancar dari ufuk timur.
Suguhkan secangkir teh hangat...
Sejuta keindahan tercipta ketika burung berkicau.
Cahaya yang menembus kilau embun...
Udara yang memuai hangat.
Berpadu dalam lantunan suara yang kunyanyikan.
Di tepi sungai bersama air yang mengalir.
Aku cinta negara yang berdaulat ini.
Indonesia...
Jakarta, 25 November 2016
00:45 A.M.
Memo:
Baru bolang, 20 November 2016
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar