Sabtu, 10 Desember 2016

Langkah Kakinya

Ya tuhan...
Aku baru menyadari semuanya.
Akan tentang hal ini setelah aku kehilangan.
Dan apa lagi yang akan kuperbuat.
Ketika sesal yang kini hanya tersisa.
Akankah semua ini membaik...
Atau aku tetap aku yang tertunduk sedih.
Yang meratap semuanya setelah badai berlalu.
Tuhan, aku yakin engkau memahaminya...

Terlintas sejenak dalam pikiran...
Ketika kuingat hal yang mungkin harus kulupakan.
Tentang bayangnya yang semu.

Langkah kakinya masih bisa terdengar...
Dan obat penawar itu.
Telah menyembuhkan segalanya yang terluka...
Dan tak jua dia pergi.
Ketika kegelapan menelan segalanya...
Akankah dia pergi untuk membenci?...

Dan tuhan...
Tak ingin lagi aku larut padanya.
Jika memang waktunya...
Aku akan keluar saat itu juga...
Sebab mencintainya penuh dengan kepedihan.


Jakarta, 10 Desember 2016
12:56 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar