Minggu, 18 Desember 2016

Untuk Pagi

Matahari...
Ledakkan sinarmu dari ufuk timur.
Hangatkan bumi dengan radiasimu.
Ketika bintang kau telan...
Mimpi indah itu pun hilang perlahan.
Kicau burung menyambut hadirnya pagi.
Nan permai pula damai...

Untuk perasaan yang tertinggal...
Tak ingin ku hapus sebab itu alami adanya.
Mimpi itu memang indah...
Tapi apakah selalu mimpi itu indah?...
Mimpi memang tak pernah nyata.
Tapi apa selamanya mimpi itu tetap mimpi?...
Akankah mimpi itu bisa terwujud...
Menjadi mimpi yang utuh...


Jakarta, 18 Desember 2016
03:19 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar