Kupetik dawai gitar...
Bersama ibu, aku bernyanyi malam ini.
Merdu dan asri terdengar.
Hingga akhirnya waktu yang mengakhirinya.
Ya, ibuku adalah orang yang pandai bernyanyi.
Akankah malam ini melarutkan segalanya...
Berganti nada merdu ke ceria...
Tampak jelas dimatanya ku lihat haru.
Sebab ia sangat menghayati setiap nada yang terlontar.
Dan dia adalah ibuku...
Sosok wanita yang tabah merawatku.
Hingga kini, aku sepikiran dengan hidupnya...
Sosok yang bisa kunilai melankolis koleris.
Yang jika ku telusuri jalan hidupnya...
Sifat melankolisnyalah yang turun padaku...
Aku sangat menyayanginya...
Pipalupi Rahayu...
Ya tuhan, keberkahan ini sungguh takkan ku lupa.
Dan aku bersyukur padamu atas malam ini.
Aku bisa berkolaborasi dengan merdu...
Bersamanya bernyanyi di malam sabtu...
Ibu...
Jakarta, 3 Desember 2016
01:16 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar