Senin, 12 Desember 2016

Torehan Kata Untuk Alam

Hai air...
Turunlah kau lintasi lembah,,,
Lewati serumpun padi yang begitu luas terhampar.
Hijau ku pandang tanpa cacat...
Terlihat asri dengan kincir yang berputar.
Meski terbilang panas, suasana ini begitu tenang kurasa.
Inilah negriku...

Sukamantri...
Ketika kulihat ngarai nan membentang dalam hutan...
Yang diantaranya ada air yang turun dan terjun.
Burung yang terbang lalu berkicau...
Sinar yang membentuk bayang pelangi nan indah.
Di dalam sejuta pinus dan cemara yang menjulang tinggi.
Ku simpan cerita yang begitu menghangatkan jiwa...
Tentangnya yang tak jua ku temukan rasa jera...
Ketika itu...
Senar yang terpetik menciptakan deretan lagu tanpa jeda.
Di antara lembah dan lapangan hijau membentang.
Sejuk yang meneduhkan kala matahari menyengat dan membakar.
Hanya satu ingatanku kala itu...
Kala cinta datang lalu menghempasku jatuh ke dasar ngarai.
Diantara air dan koral tajam...

Halimun...
Diantara fajar yang menakjubkan kala itu..
Dan ladang teh yang sangat asri bersama bukit dan lembah.
Aku lahir bersama ke enam saudaraku.
Di atas bukit disamping padi yang berserakan...
Yang setahun kemudian ku jumpai lagi dengan suasana nan memukau.
Tak terjamah dan jauh dari peradaban metropolitan.
Dingin yang menusuk kulit, dengan kehangatan yang mendaging...
Aku turuti katanya meski tak lagi ku temui kesadaran disana.
Berjalan diantara hutan yang kelam....
Melintasi bukit teh diantara senja yang tercipta sore itu.
Kapan semua akan terulang lagi...
Aku rindu akan kehangatannya kala fajar menembus kabut...
Sejuta kenikmatan tercipta disana.
Halimun...

Meski kini tak ku jumpai lagi...
Aku yakin satu hari nanti semua akan kembali...
Jalanku masih terpapar luas di antara lembah yang tercipta.
Dan lantunan musik yang begitu menenangkan jiwa.
Katanya lembut seperti kapas, dan tenang seperti air...
Ku jumpai kau untuk di lain hari nanti...
Salam lestari...


Jakarta, 12 Desember 2016
11:38 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar