Rabu, 21 Desember 2016

Pesan Dalam Rangkaian Kata

Menunggu dan memutar lagu...
Tenangkan pikiran dengan perasaan.
Ku tarik napas dan hembuskan perlahan.
Perlahan....
Menyelinap ke dalam otak...
Halus...
Dan kita mulai bilangan abstrak.

Wahai bintang nan tenang...
Jalan ini begitu mudah kala hujan menerpa.
Katanya mengantarku pulang pada duniaku sendiri.
Meski sebelumnya...
Kupikir kelana lah yang akan mengobati semuanya.
Nyatanya aku mampu terbangun...
Dan semua ini hanyalah ilusi...

Wahai lautan...
Kala ledakan mengguncang dari ujung timur.
Seakan-akan perdamaian tiada arti...
Ketika perasaan yang tidak stabil lalu menjadi stabil.
Dirinya hilang ditelan awan...
Langkah ini berjalan lentang tanpa beban...
Hidup itu terlalu singkat untuk ku tempuh...

Sebelum itu...
Aku sempat hidup diantara kabut.
Kala dini nan larut bersatu di kaki pangrango.
Di tepi sungai halimun,...
Pula cibodas bersama rekaman yang telah punah.
Takan ku lupakan perjalanan bersama kalian...
Meski semua dokumen hancur lebur.
Otak ini masih menyimpan rapih kisah itu...
Aku bersama alam liar...


Jakarta, 21 Desember 2016
02:13 A.M.
Gamal Johanes Perdana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar