Jumat, 30 Desember 2016

Malam Tanpa Peradaban

Redupnya api...
Mengantarku ke dalam mimpi sang imajinasi.
Dibawah bintang nan redup...
Di tanah nan lapang pula gersang.
Bersma hangatnya bara...
Dan merdunya lantunan musik.
Lagi ku tuliskan tentang ketenangan abadi.

Dengan tekanan yang kuat...
Tak jua ku temukan jenuh akan langkah ini.
Perjalanan di akhir tahun.
Tanpa listrik...
Tanpa sinyal...
Tanpa cinta...
Tanpa notebook pula internet.
Aku coba menjauh dari peradaban.

Meski tanpa bintang...
Langkah ku cukup menawan.
Berjalan di bawah panasnnya sang dewa langit.
Dan meraba dengan sinar dewi kegelapan.
Dalam derita tanpa cerita...
Penghujung desember, menuju tahun baru...
Habiskan waktu dan tenaga...
Dalam sinar orion nan cantik.
Pula asri diatas langit.


Cibubur,  26 Desember 2016
09:22 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar