Minggu, 11 Desember 2016

Senandung Sastra

Dalam ketenangan,..
Semua ini tercipta dengan haru.
Tak ada pesan dan juga tak berkesan...
Ku putar musik...
Ku putar memori...
Segala yang ku ingat adalah hal yang manis.
Siapapun itu...
Masa kelam pula masa menderang...
Itu semua adalah lalu.

Ketika ku temui jalan di penghujung fajar.
Pula matahari yang terbangun dari tidurnya semalam.
Pecah dengan partikel panasnya...
Membangunkanku dari mimpi indah semalam suntuk.
Mentari yang hadir kali ini indah dari sebelumnya.
Dan sebelum itu...
Apa aku bisa pertahankan perasaan ini?...
Ketika perasaan yang perlahan ku hapus.
Akankah aku berhasil membohongi hati ini lagi.
Atau ini akan menjadi bumerang lagi?...

Tuhan, tuntun aku keluar dari perasaan ini...
Ketika dengan tenang ku ambil tindakan perlahan.
Hingga sejauh ini...
Aku  bisa berjalan untuk coba melupakan.
Dan walaupun satu saat nanti akan hancur lagi...
Sebab aku tak kuat melihat pandangan matamu yang menolek.
Tawa nan indah mempesona...
Biarlah...
Cinta memang lahir dari hati...

Ketenangan ini membawaku pada alam imajinasi...
Ketika lampu yang remang hangatkan suasana.
Ketika itu aku larut pada dunia sastra...
Sebuah karya yang lahir dari hati yang murni.
Dan ku ubah rasa pait menjadi manis di kenang.


Jakarta, 11 Desember 2016
11:35 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar