Tuhan, lindungilah dirinya ketika malam sunyi...
Ketika tidurnya hangat dengan doaku.
Dimana mimpinya yang indah sebab aku yang temani harinya.
Tuhan, biarkan ini tetap stabil adanya...
Langkah ini berjalan menuju angka ganjil.
Dimana rasa yang tertanam tumbuh dengan baik.
Antara aku dan dirinya...
Tuhan, lelapkan tidurnya dengan cintaku...
Sosok wanita yang tangguh hatinya menemaniku.
Yang ku kenal di lapangan basket yang gersang.
Yang juga pernah mempertahankan hatiku untuk tetap miliknya.
Sehatkan raganya dalam kegelapan ini.
Cintanya begitu sejati ku miliki...
Aku sangat mencintainya kini...
Tuhan, indahkan lah mimpinya dengan sastraku...
Yang terajut sebab kekagumanku akannya yang teramat sangat.
Ya tuhan...
Terima kasih kau telah cipakan dirinya untuk temaniku selama ini.
Jalan ini masih jauh untuk di tempuh bersama.
Meski dirinya hadir dengan sedikit kekurangan ...
Doakan aku agar bisa menutupi semua keburukan itu.
Dan dirimu...
Tetaplah jadi yang terbaik untuk kehidupanku esok...
Selamat malam delman utama...
Jakarta, 15 Desember 2015
01:17 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar